Minggu, 05 Juni 2011
sean parker
Senin, 15 November 2010 - 12:41 wibStefanus Yugo Hindarto - Okezone
Sean Parker Seorang karyawan di Virginia High school tiba-tiba memanggil Sean Parker dari ruang kelasnya. Ia menyodorkan secarik kertas yang mengharuskannya menemui Ayahnya yang menunggunya di luar halaman sekolah. Ketika itu, usianya baru menginjak usia 16 tahun.
Di saat mata pelajaran 'Peradaban Dunia' itulah, ia beranjak meninggalkan ruang kelas Sekolah Menengah Atas dan menemui ayahnya. Betapa terkejutnya Sean ketika ayahnya datang bersama sejumlah anggota FBI dengan membawa perangkat komputer miliknya. Itulah kali pertama ia berurusan dengan pihak keamanan setelah ia membobol sejumlah jaringan komputer perusahaan multi-nasional dan bahkan database militer.
Sean Parker mengenal dunia komputer sejak usia 7 tahun. Ayahnya merupakan orang yang paling berperan dalam mengajarinya tentang program-program komputer dan seluk beluk internet.
Kejeniusannya sebagai 'Hacker' otodidak tersebut justru membawanya melalang buana di industri dunia maya hingga saat ini. Nama Sean parker kian melonjak setelah sosoknya muncul dalam film besutan David Fincher, 'The Social Network' yang baru dirilis beberapa waktu lalu.
Sosok Sean yang dimainkan penyanyi Justin Timberlake begitu membius sejumlah penonton. Dalam film tersebut, Sean digambarkan sebagai 'Guru' Zuckerberg yang akhirnya membawa Facebook berada di papan atas industri internet.
Pria kelahiran 3 Desember 1979 pertama kali mengawali bisnisnya di dunia maya saat berusia 19 tahun. Ketika itu, ia bersama temannya, Shawn Fanning mendirikan layanan berbagi musik Napster. Ia membawa Napster pada kejayaannya di mana ia menggerakan situs tersebut sebagai mesin uang.
Uang, uang dan uang. Setidaknya itulah ambisi besar Sean dalam berbisnis. Nafsu besarnya untuk memiliki sebuah mesin uang raksasa terus berlanjut hingga ia berhasil memegang kendali Facebook untuk beberapa waktu di masa awal berdiri.
"Jutaan Dollar tidaklah Cool. kamu tahu apa yang cool? Miliaran dollar," kata Sean kepada Zuckerberg dalam sebuah dialog dalam Film Social Network.
Di mata kawan-kawannya, Sean tak hanya dikenal sebagai seorang ahli komputer dan jaringan internet. Tapi ia sangat lihai dalam melobi orang. Zuckerberg sendiri mengakui bahwa Sean adalah sosok yang jenius dan penuh misteri.
"Hanya sedikit orang yang secerdas dia," kata Zuckerberg mengenai sosok Sean Parker.
Namun, kecintaannya pada dunia malam dan pesta justru membuatnya terpuruk. Setelah sukses berkolaborasi membawa Facebook menapaki bisnis internet. Sean tersandung masalah narkoba. Itulah yang membuat Zuckerberg mendepaknya dari Facebook.
Agustus 2005, Sean tertangkap tangan memakai kokain. Namun ia membantah menggunakan barang haram tersebut. diakuinya, barang tersebut digunakan oleh temannya. Sean dibekuk di wilayah North Carolina bersama beberapa temannya termasuk seorang wanita muda yang tak lain asistennya di Facebook.
Usia di depak dari Facebook, Sean menghabiskan waktunya dengan mencari dan mengelola investasi di Founder Fund. Sementara hasil karya kejeniusannya kini telah berkembang menjadi raksasa internet, Facebook, yang dulu pernah merasakan tangan dinginnya, kini berhasil meraup 500 juta pengguna di seluruh dunia. (ugo)
Selasa, 10 Mei 2011
ADUH UDAH LAMA NIH BLOG GA DITULIS HEHEHE
PUISI AJA KALI YA....
AKU SEKARANG 33 TAHUN KURANG 4 BULAN
SELAMA INI
AKU HIDUP
DALAM KEBINGUNGAN
BELENGGU CINTA
YANG KUAT
NAMUN TANPA WUJUD NYATA
BILAKAH AKU MENEMUKAN
JALAN KEPASTIAN
TANPA
KEGAMANGAN
DAN
KETERPAKSAAN HATI?..
Sabtu, 20 Maret 2010
AYO DAFTAR KE SMK CHIMOET
Jumat, 14 Agustus 2009
Minggu, 02 Agustus 2009
MUSLIM ITU SEPERTI LEBAH
Ilmuwan Meneliti Memori Lebah
| Lebah bisa melakukan hal yang sangat kompleks dengan ukuran otak yang kecil yang mereka miliki, kata peneliti. (Sumber:iStockphoto) |
Lebah madu bisa mengingat wangi bunga yang mereka kunjungi dengan mengalokasikan jenis-jenis memori yang berbeda pada otak mereka yang kecil, dugaan para peneliti.
Profesor Lesley Rogers dari Universitas New England di Armidale, Australia dan Profesor Giorgio Vallortigara dari Universitas Trento di Itali melaporkan penemuan mereka minggu ini ke jurnal Plo ONE.
Para peneliti menunjukkan bahwa otak lebah dibagi atas dua bagian dengan fungsi yang berbeda yang dalam hal ini mengingatkan kita kepada otak manusia.
Dalam penelitian mereka, Rogers dan Vallortigara melatih lebah untuk
mengenal rasa manis yang menyenangkan dengan aroma lemon dan rasa asin yang tidak menyenangkan dengan aroma vanila.
Setelah lebah dilatih untuk mengabaikan belalai mereka ketika mencium aroma lemon, namun tidak ketika mereka mencium aroma vanila, peneliti mencoba apa yang terjadi terhadap memori lebah ketika satu dari antena mereka tidak berfungsi.
Rogers dan Vallortigara menutup antena sebelah kiri atau kanan lebah dengan bahan yang dasarnya dari getah untuk menghentikan mendeteksi bau-bauan.
“Ketika kami meminta lebah untuk mengingat kembali dengan antena kiri yang tertutp, lebah bisa mengingat dengan baik memori dari dua aroma selama lebih kurang tiga jan, namun setelah itu tidak begitu baik,” kata Rogers. “Di lain sisi, jika kita menutup antena kanan dan mengetes lebah untuk meningat, awalnya tidak begitu baik, namun setelah enam jam lebah bisa mengingat kembali”.
Pola yang sama benar-benar terjadi ketika peneliti memberikan wangi-wangian pada bagian kiri atau bagian kanan lebah, tanpa menutup salah satu antenanya.
Jangka Pendek dan Jangka Panjang
Hasil dari percobaan ini menduga bahwa antena kanan dan hubungan struktur otak membentuk basis untuk jangka pendek dan memori sementara, sementra antena kiri mendukung untuk memori jangka panjang.
“Jika dibandingkan dengan manusia dan hewan besar lainnya, otak lebah sangat simple”, kata Rogers. “Namun dengan otak yang simple lebah bisa melakukan hal-hal yang sangat komples. Lebah bisa belajar hal-hal yang hebat yang kita pikir tidak mungkin sebelumnya,” katanya. “ Jelas antena lebah sangat efisien untuk otak lebah”.
Sampai dengan pertengahan tahun1970, ilmuan mengira hanya manusia yang memiliki otak yang terbagi dua dengan aturan yang berbeda. Sejak itu, para peneliti menunjukkan bahwa semua hewan vertebrata memiliki dua struktur bagian pada otak mereka. Dan baru-baru ini, pada serangga, seperti lebah, juga memiliki otak yang memiliki devisi fungsi yang terbagi dua bagian.
“Di sini kemungkinan ada sesuatu yang sangat mendasar tentang perbedaan fungsi kontrol bagian kanan dan kiri dan penyebab perbedaan formasi memori,” kata Rogers.
Sumber: Stephen Pincock http://www.abc.net.au

